Insantama Leuwiliang

logo_ppdb2023SIT INSANTAMA
Daftar Sekarang
Pekan Taaruf SDIT Insantama Leuwiliang
09
Jan
’24

Jangan, Jangan Main HP

Ditulis oleh itleuwiliang

Adskhan,  Naila,  Aqmar,  Fathiya dan temen temennya bersorak gembira penuh antusias. “Lagi lagunya Pak Guru,” teriak mereka bersama teman temannya sembari tepuk tangan yang begitu meriahnya.

Pekan Taaruf SDIT Insantama Leuwiliang

Pekan Ta’aruf Semester 2 SDIT Insantama Leuwiliang TP 2023/2024

Insantama Leuwiliang – “Oke, semuanya ikut menyanyi sambil lambaikan tangannya,” jawab Pak Jaenal, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Insantama Leuwiliang yang sekaligus menjadi penanggung jawab kegiatan Pekan Ta’aruf Semseter 2 TP 2023/2024, Selasa, 9 Januari 2024.

Musik anak berjudul Jangan Main HP pun bergema kembali dan diikuti para siswa, bernyanyi bersama. Pekan Ta’aruf ini makin meriah karena beberapa anak Ikhwan maju kedepan bergabung sama Bapak Gurunya di panggung.

Setelah libur sekolah selama 2 pekan lebih, meraka masuk sekolah dengan disambut lembut dan hangat dari Bapak dan Ibu Guru dengan iringan  lagu anak sholih dan sholihah. Kegiatan Pekan Ta’aruf kali ini mengusung tema “Bergembira, Semakin Sholih, Cerdas dan Berprestasi” dengan teatrikal bertema “Jangan Main HP”.

Tak lama mereka berada di kelas. Bel pun berbunyi.  Para siswa dikumpulkan di lapangan untuk menyaksikan acara pembukaan Pekan Ta’aruf dan  menyaksikan teatrikal Guru Ikhwan   bertemakan “Jangan Sering Main HP”.

“Dengan tema ini, diharapkan para siswa SDIT Insantama dapat menjauhi HP dan mengganti permainan yang ada di HP dengan permainan tradisional seperti Layang layang, Kolecer (Kincir), Bebeletokan (Bedil bedilan kecil), Gorelet (Mobil Dorong dari bambu), Egrang Bambu dan sejenisnya ,” jelas pak Zainal  Wakil Kepala Sekolah SDIT Insantama Leuwiliang.

Acara yang dibuka Kepala SDIT Insantama Leuwiliang Ade Mahfudin SpdI ini dilanjutkan adekan teatrikal yang membuat anak anak terperangah, terdiam dan akhirnya bertepuk tangan meriah.

Pemeran utama teatrikal “Jangan sering main HP” adalah Dodo yang diperankan oleh Pak Dede,  Pemeran HP diperankan oleh pak Anwarudin. Pemeran lainnya adalah Guru Guru Ikhwan sebagai teman Dodo yang asyik bermain aneka mainan tradisional, yakni Layang layang yang dimainkan oleh Pak Siroj dan Pak Yusal. Kolecer yang dibawa oleh Pak Heri, Gorelet yang dibawa oleh pak Fajrur. Pak Handi dan Pak Pak Rojak Membawa permainan sepak bola sedangkan Pak Jon dan Pak Rizkul membawa permainan Egrang.   Pak Nasrul, Pak Fajar, Pak Tarwan dan Pak Edi membawakan permainan tari tongkat.

Dalam teatrikal tersebut terlihat Dodo yang suka main HP, menjadi tersiksa dan bahkan dikendalikan oleh HP. Dodo tidak bisa bermain riang dan bergerak aktif badannya sebagaimana temen temennya.  Dodo merasa Merdeka dari HP setelah tidak lagi kecanduan dan memainkan HPnya. “Merdeka….alhamdulillah sekarang saya bisa bermain seperti anak anak bermain, riang, gembira sekaligus menggerakkan badan,” kata Dodo.

Kegiatan pekan taaruf ini diakhiri dengan bernyanyi dan menari bersama dengan judul lagu “Jangan Main HP”. Lagu ini membuat anak anak antusias sehingga mereka ikut bernyanyi dan menari bersama.

Setelah pekan taaruf, 4 siswa diminta kedepan untuk membuat testimoni. Ke Empat siswa tersebut yaitu Adskhan kelas 1C, Hasya Naila Firdaus kelas 1B, Aqmar kelas 3 dan Fathiya Adia Azni kelas 2C. Mereka berempat memberikan testimoni bahwa kegiatan ini sangat seru karena banyak mainannya. Aqmar kelas 3 memberikan kesimpulan bahwa kita jangan sering sering main HP. (Awal/AS)

Populer