“Ekspresi Saintis Cilik kali ini kita membuat percobaan erupsi gunung berapi. Sangat menyenangkan. Kita jadi tahu cara kerja erupsi gunung berapi,” kata Bagas Sakhi Zaidan, Kelas IV C SDIT Insantama Leuwiliang Kabupaten Bogor.
Insantama Leuwiliang – Di pelataran sekolah SDIT Insantama Leuwiliang, siswa siswi Kelas IV melakukan percobaan membuat erupsi gunung berapi, Rabu, 17 Januari 2023.
Penanggung Jawab Ekspresi Saintis Cilik, Ibu Sri Mulyanah menjelaskan dari 57 siswa siswi dijadikan 12 kelompok percobaan.
Masing masing kelompok membuat percobaan yang sama. Setelah mendapat penjelasan dari Tim Guru Saintis Cilik, mereka mengambil bahan bahan untuk percobaan erupsi gunung berapi, di antaranya: terigu, cuka, soda kue, pewarna makanan dan minyak goreng.

Masing masing kelompok juga mendapatkan satu buah nampan, satu buah botol bekas dan sarung tangan plastik.
Percobaan erupsi gunung berapi pun dimulai. Para siswa membuat adonan dari bahan bahan yang ada. Adonan yang sudah jadi dibentuk menjadi gunnung membungkus botol bekas berukuran 250 ml.
Setelah gunung berapi terbentuk dan kering, pada mulut botol bekas yang juga mulut gunung berapi, dipasang corong dan dituangkan 2 sendok makan (30 gram) soda kue . Selanjutnya dicampurkan satu sendok teh (10 ml) sabun pencuci piring dengan 60 ml cuka dan beberapa tetes bahan pewarna makanan ke dalam botol.
Tibalah saat yang paling seru, yakni menyiapkan erupsi gunung berapi. Anak anak menuangkan cuka ke dalam mulut gunung. ”Tunggu dan amati kombinasi cuka dan soda kue hingga membentuk asam karbonat,” kata Ibu Mulyanah.
”Setelah asam karbonat terbentuk maka campuran bahan yang ada di dalam botol akan mengeluarkan erupsi seperti erupsi gunung berapi,” jelas Bu Mulyanah.
”Yess, alhamdulliah percobaan erupsi gunung berapi berhasil,” tambah Bagas Sakhi Zaidan. (Awaliyandi/AS)