Ada beragam cara untuk menerapi anak agar bisa menjadi salih salihah serta cerdas, salah satunya dengan terapi menggambar.
Insantama Leuwiliang – Mendidik anak didik menjadi anak yang salih dan salihah serta cerdas adalah utama. Upaya ini dlakukan dengan pembelajaran dan pembinaan kesiswaan yang menyenangkan mereka. Namun, terkadang ditemukan anak didik yang bermasalah dalam belajar di sekolah. Penanganan anak didik bermasalah di sekolah bisa dilakukan dengan bimbingan konseling.
“Para Guru dan Guru BK dalam melakukan konseling bisa dengan melakukan observasi khusus, home visit, menggunakan teman sebaya untuk mencari informasi, terapi dengan menggambar, mencari hikmah dengan menggunakan video, menggunakan bahasa yang dimengerti anak, sabar dan memperhatikan gerakan verbal dan nonverbal,” kata Putri Ria Angelina, M.Pd Kons saat memberikan materi pada Workshop Penanganan Anak Bermasalah di SIT Insantama Leuwiliang, Sabtu, 9 Desember 2023.
Dosen di Universitas Ibn Khaldun Bogor yang sedang mengambil Program Doktor di Universitas Pendidikan Indonesia ini mengawali kariernya menjadi Guru BK puluhan tahun di sebuah sekolah swasta di Kota Bogor. Putri Ria Angelina, M.Pd Kons mengatakan mendidik anaklah sesuai zaman. Wanita yang juga senang disapa dengan sebutan Miss Angel atau Ustadzah Al Malaikah ini mengutipkan sebuah hadits: “ Didiklah anak anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” (HR. Ali Bin Abi Thalib).
Workshop ini diikuti Guru dan Staf SDIT, SMPIT, Boarding, Guru Qiroati dan Guru Tahfizh Insantama Leuwiliang di Aula SDIT Insantama Leuwiliang.
Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang yang juga Direktur Pelaksana SIT Insantama Leuwiliang Ir. H Ahmad Soim ketika membuka workshop ini mengatakan kita dalam melaksanakan sesuatu harus sungguh sungguh. “Guru adalah juga motivator dan pemimpin bagi anak anak,” tambahnya. Sebagai pemimpin, Guru memberikan contoh dan melakukan problem solving. Setiap anak bisa memiliki problem (masalah) yang berbeda sehingga solusinya juga bisa atau perlu berbeda.
Workshop ini dimanajemen oleh MC Bu Nur Ardhania, Guru Kelas 6 SDIT Insantama Leuwiliang dan sebagai pembaca Al Qur’an Pak Handi Nurfirman, Guru Kelas 3. Di sela sela kegiatan, Pak Awaliyandi, Guru Kelas 4, memberikan ice breaking tentang “Aku Senang Hidup Sehat Bahagia”. ( Awaliyandi/AS)